Alarm Cahaya

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Perangkat elektronika merupakan suatu perangkat keras yang kompleks dimana suatu perangkat dapat terdiri dari puluhan, bahkan ratusan komponen elektronika. Seiring dengan perkembangan teknologi dan desakan oleh kebutuhan pasar dalam produksi perangkat elektronika, maka dikembangkan suatu perangkat elektronika yang mengintegrasikan semua atau sebagian komponen elektronika dalam satu perangkat, dimana perangkat ini akan menjadi sebuah perangkat yang fleksibel dan efisien.

1.2 Batasan Masalah
Karena luasnya ruang lingkup dalam bidang elektronika, maka penulis membatasi bahasan makalah ini pada hal-hal yang menyangkut pembuatan dari alat Alarm Cahaya saja yang bertujuan untuk mempermudah dalam pemahaman dan pengertian tentang masalah-masalah pada Alarm Cahaya. Serta memberikan bahasan khusus berupa bagaimana alat Alarm Cahaya dapat menghasilkan sebuah output berupa bunyi pada buzzer ketika sensor pada LDR tidak menerima cahaya.

1.3 Tujuan Penulisan
Menambah pengetahuan atau dapat mengenal lebih jauh alarm cahaya

BAB II
LANDASAN TEORI

Sebelum memulai mempelajari rangkaian Alarm Cahaya, kita perlu mempelajari mengenai dasar-dasar teori dan prinsip-prinsip kerja serta komponen-komponen yang di gunakan dari rangkaian Alarm Cahaya ini. Baik jenis-jenis komponen dan juga fungsi dari tiap-tiap komponen tersebut.

Perangkat elektronika merupakan suatu perangkat keras yang kompleks dimana suatu perangkat dapat terdiri dari puluhan, bahkan ratusan komponen elektronika. Komponen Elektronika Dasar merupakan media aliran elektron yang arah alirannya dari kutup negatif sumber tenaga, melewati beberapa komponen dan menuju kutup positif sumber tenaga. Atau juga bisa dikatakan media aliran arus listrik yang arah alirannya dari kutup positif melewati beberapa komponen dan menuju ke kutup negatif.
Komponen Elektronika Dasar terbagi menjadi 2 macam, yaitu komponen aktif dan komponen pasif. Dua macam komponen ini lah yang selalu ada dalam setiap rangkaian elektronika.
Komponen Aktif adalah komponen elektronika yang memerlukan arus listrik atau tegangan agar dapat bekerja dalam rangkaian elektronika. Contoh dari komponen aktif yaitu Transistor dan IC juga Lampu Tabung. Besarnya arus panjar bisa berbeda-beda untuk tiap komponen2 ini.
Sedangkan Komponen Pasif adalah komponen elektronika yang bekerja tanpa memerlukan arus tegangan atau listrik. Contoh dari komponen pasif adalah resistor, kapasitor, transformator atau trafo, dioda dan komponen lainnya.

2.1 Dioda (PN Junction)
Dioda merupakan suatu semikonduktor yang hanya dapat menghantar arus listrk dan tegangan pada satu arah saja. Bahan pokok untuk pembuatan doada adalah Gemanium (Ge) dan Silikon/Silsilum (Si). Dioda terbagi menjadi beberapa jenis yaitu :

a. Dioda Kontak Titik
Doida ini digunakan untuk mengubah frekuensi tinggi menjadi frekuensi rendah.
Contoh tipe dari dioda ini misalnya ; OA 70, OA 90 dan IN 60.

b. Dioda Hubungan
Dioda ini dapat mengalirkan arus atau tegangan yang besar hanya dalam satu arah. Dioda ini biasa digunakan untuk menyearahkan arus dan tegangan. Dioda ini memiliki tegangan maksimal dan arus maksimal, misalnya dioda tipe 1N4001 ada 2 jenis yaitu yang berkapasitas 1A/50V dan 1A/100V.
Simbol dioda hubungan sama dengan simbol dioda kontak titik.

c. Dioda Zenner
Dioda Zenner adalah dioda yang bekerja pada daerah Breakdown atau pada daerah kerja reverse bias. Dioda ini banyak digunakan untuk pembatas tegangan. Tipe dari dioda Zenner dibedakan oleh tegangan pembatasnya. Misalnya 12V, ini berarti dioda Zenner dapat membatasi tegangan yang lebih besar dari 12 atau menjadi 12V.

2.2 Resistor
Jenis-Jenis Resistor dalam komponen elektronika dapat di kategorikan dalam 2 jenis, yaitu Resistor tetap (nilai resistansi tetap) dan Resistor variabel (nilai resistansi yang dapat diubah atau resistor variabel). Resistor adalah komponen yang mempunyai sifat penghambat listrik.
Resistor tetap (nilai resistansi tetap) adalah jenis-jenis resistor yang memiliki nilai resistansi yang tertulis pada badan resistor menggunakan kode warna dan kode angka. Resistor jenis ini sering digunakan sebagai penghambat arus listrik secara permanen dalam rangkaian elektronika. Fungsi resistor ini pada rangkaian elektronika adalah pada pembatas arus yang mengalir pada LED atau lampu.
Resistor Variabel adalah jenis-jenis resistor yang nilai resistansinya dapat dibuah secara langsung baik dengan tuas atau menggunakan obeng. Jenis-jenis resistor ini terbagi lagi menjadi 2, yaitu trimpot (trimer potensio) dan potensiometer.

• Trimpot
Resistor jenis trimpot merupakan resistor yang nilai resistansinya dapat diubah dengan memutar porosnya menggunakan obeng. Nilai dari sebuah trimpot dapat di lihat pada badan trimpot merupakan nilai maksimum dari resistansi trimpot tersebut. Misal trimpot dengan nilai 10KOhm maka trimpot tersebut dapat diubah nilai resistansinya dari 0Ohm sampai 10Khm.
• Potensiometer
Resistor ini merupakan resistor yang nilai resistansinya dapat diubah-ubah dengan cara memutaor porosnya melalui tuas yang telah tersedia. Nilai dari potensiometer dapat di lihat pada badan potensio menggunakan kode angka. Nilai resistansi potensiometer yang beredar dipasaran ada 2 macam, yaitu nilai resistansinya yang dapat diubah secara logaritmis dan nilai resistansi yang dapat diubah secara linier.
Simbol Resistor dapat di lambangkan dengan huruf R, yaitu salah satu komponen pasif yang sifatnya resistif, menghambat besarnya arus yang mengalir dalam suatu rangkaian. Selain sebagai penghambat arus listrik, Fungsi Resistor juga sebagai pembagi arus listrik, pembagi tegangan listrik, dan penurun tegangan listrik.
Macam-macam resistor memiliki perbedaan masing-masing, seperti resistor metal film, resistor kapur, dan juga variable resistor. Namun jenis-jenis resistor yang sering di pakai adalah resistor dengan gelang warna.

2.3 Relay
Relay merupakan komponen elektronika yang dapat mengimplementasi kan logika switching. Dalam arti sederhana Relay merupakan komponen elektronika berupa saklar elektronik yang di gerak oleh arus listrik.
Prinsip kerja relay yaitu relay terdiri dari coil dan contact. Coil adalah gulungan kawat yang mendapat arus listrik, sedangkan contact adalah sejenis saklar yang pergerakannya tergantung dari ada tidaknya arus listrik pada coil.

Contact ada 2 jenis :
• Normally open (kondisi sebelum diaktifkan open)
• Normally closed (kondisi awal sebelum di aktifkan close)
Secara prinsip kerjanya relay : ketika coil mendapat energy listrik (energized), akan timbul gaya electromagnet yang akan menarik armature yang berpegas dan contact akan menutup.

2.4 Transistor

Transistor adalah sebuah komponen semi konduktor aktif yang disusun dari tiga elektroda dengan bahan dasar type N dan type P, penyusunan ketiga elektroda tersebut merupakan dasar dari pada jenis transistor yaitu PNP dan NPN.

Transistor terdiri dari 3 kaki, berikut keterangan dari fungsi masing-masing kaki transistor adalah :
1. Emitor (E) adalah lapisan yang melepaskan muatan (hole positif atau elektron).
2. Colector (C) adalah lapisan yang menampung muatan (hole positif atau elektron).
3. Basisi (B) adalah lapisan yang mengatur besarnya muatan yang akan mengalir.

Transistor terdiri dari dua jenis yaitu transistor bipolar dan unipolar.
Transistor bipolar adalah transistor yang ada pada daerah N mempunyai banyak sekali electron pita dan pada daerah P mempunyai banyak sekali hole. Jenis dari transistor bipolar adalah transistor PNP dan NPN, sedangkan pada transistor unipolar misalnya FET, MOSFET, JPET dan lain-lain. Fungso dari transistor adalah sebagai penguat arus, saklar elektronika, osilator, pencampur (mixer) dan penyearah.
JFET (Junction Field Effect Transistor) adalah salah satu model transistor junction dan mempunyai resistansi input yang cukup tinggi. JFET memerlukan pembawa mayoritas untuk dapat bekerja (muatan hole atau elektron). JFET mempunyai kaki terminal, sama halnya dengan transistor bipolar yaitu Drain (D), Source (S) dan Gate (G). MOSFET (Metal Okide Semi Conductor) adalah gate yang mempunyai gate terbuat dari bahan logam dan antara kanal dan gate dilapisi oleh suatu bahan silikon dioksida. MOSFET mempunyai jenis kanal N dan kanal P.
Dalam penggunaan transistor untuk suatu proyek harus dipakai transistor yang tepat. Jangan coba menggantinya dengan tipe lain yang dikatakan sama, maka akan berakibat fatal. Letak sambungan kaki suatu transistor sudah ditetapkan.

2.5 Kapasitor

Pengertian Kapasitor merupakan komponen elektronika kali ini yang akan kita bahas adalah kapasitor.Selain kapasitor nama lainnya adalah condensator.Komponen ini seperti halnya resistor juga termasuk dalam kelompok komponen pasif,yaitu jenis komponen yang bekerja tanpa memerlukan arus panjar.
Fungsi kapasitor adalah untuk menyimpan arus/tegangan listrik. Untuk arus DC kapasitor berfungsi sebagai isulator/penahan arus listrik, sedangkan untuk arus AC berfungsi sebagai konduktor/melewatkan arus listrik.
Dalam penerapannya kapasitor digunakan sebagai filter/penyaring, perata tegangan DC pada pengubah AC to DC,pembangkit gelombang ac atau oscilator dsb.
Nilai kapasitor dapat kita lihat pada tulisan yang terdapat pada body-nya, misalnya 10 uF/16 V artinya nilai kapasitor itu adalah 10 mikro Farad dan bisa bekerja pada tegangan maximal 16 V,jika melebihi 16 V maka kapasitor ini akan mengalami ‘break down’.

Farad adalah satuan nilai kapasitas dari kapasitor.

1 uF → 1 mikro Farad = 1 x 10 pangkat (-6) Farad = 0.000001 Farad
1 nF → 1 nano farad = 1 x 10 pangkat (-9) Farad
1 pF → 1 piko Farad = 1 x 10 pangkat (-12) Farad

2.6 Buzzer
Buzzer merupakan salah satu alat yang dapat membangkitkan suara apabila diberi tegangan, sama halnya dengan speaker, tetapi buzzer ini hanya dapat mengeluarkan suara yang kecil dan melengking saja, sedangkan speaker bisa mengeluarkan suara dari kecil sampai suara yang besar.

2.7 LDR

Rangkaian LDR atau Light Dependent Resistor adalah salah satu komponen elektronika yang masih bisa di bilang sebagai resistor yang besar resistasi nilai tahanannya bergantung pada intensitas cahaya yang menutupi permukaan. Rangkaian LDRbiasanya di kenal dengan nama foto resistor, foto konduktor, sel foto konduktif atau komponen lain yang sering di gunakan dalam literatur suatu rangkaian.

Itu sebabnya makin kuat intensitas cahaya maka makin kecil nilai tahanannya dan makin lemah intensitas cahaya maka makin besar nilai tahanannya. Komponen LDR di buat dari Cadmium Sulphide (CdS). Pada umumnya, Rangkaian LDR di gunakan sebagai sensor cahaya. Cara kerja LDR akan padam pada saat LDR mendapat cahaya cukup terang, apabila LDR tidak mendapat cahaya makan komponen ini akan menyala.

Simbol dari rangkaian ldr adalah penggabungan resistor dan menunjukan bahwa resistor tersebut sensitif terhadap cahaya. Simbol dasar LDR memiliki persegi panjang yang di gunakan untuk menunjukan fungsi resistansinya dan kemudian memiliki dua anak panah masuk yang di gunakan untuk menunjukan sesitivitasnya terhadap cahaya. Sebagian dari LDR menggunakan.

refrensi:

http//www.google.com.sensor cahaya.

http//www.wikipedia.com.komponen elektronika


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: